Lebih Nyala dari Api
*) ini dua buah sajak yang aku tulis di tahun 2007, ketika 3 anak SD Kanisius datang dan meminta padaku untuk menuliskan puisi buat seorang gurunya. Lebih Nyala dari Api Tiada sesuatu pun kekal, kecuali hidup yang tumbuh Hujan dan matahari mewariskan lengkung pelangi Lalu terkaca di dalam benak: Kenangan dan perasaan Karena dunia menjelma indah dalam terang akal budi Tak terhitung: Berapa kuncup bunga telah mekar Karena curahan air cinta Bapak-Ibu Guru Tak akan terlacak: Berapa kilometer kaki-kaki telah melangkah Mengembara menuju dunia baru Karena tongkat pedoman yang Bapak-Ibu guru arahkan Dari nol ke sembilan Kau tak hanya ajari kami membilang Tapi juga kedewasaan dan rencana masa depan Dari A hingga Z Kau tak hanya buat kami pintar membaca Tapi juga tata krama, dan keindahan Dan bagaimana arif menjalani kehidupan Tiada sesuatu pun kekal, kecuali hidup yang tumbuh Sang waktu telah menggendong kita Usia demi usia lewat tanpa terasa Tapi ini bukanlah perp...