Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Sebuah Film "JALAN NIRVANA"

Gambar
Adaptasi cerpen: Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura , Sunaryono Basuki Ks Script and Director: Asa Jatmiko Sinopsis Script Film “Jalan Nirvana” Bagavad Gita mengatakan: "Bagi yang hidup kematian adalah pasti, dan bagi yang mati lahir kembali adalah pasti". SCENE 1. Bertahun-tahun lamanya lelaki yang duduk kesepian di kursi malas di kebun rumahnya sampai pada suatu saat mereka dapat berkumpul kembali dan bersama hujan turun ke bumi sebagai anak-anak kera yang lucu. SCENE 2. Masa bahagia sepasang kekasih (Aji – Cita) hingga bersumpah setia sampai mati. Kota. SCENE 3. Istrinya mengandung anak pertama, dan ngidam kijang guling. Perburuan kijang dilakukan, hingga menemukan anak kijang yang masih dikandung induknya. Istrinya mati saat melahirkan di rumah sakit. CUT TO SCENE 4. Bertahun-tahun lamanya lelaki duduk kesepian di kursi malas di kebun rumahnya sampai pada suatu saat mereka dapat berkumpul kembali dan bersama hujan turun ke bumi sebagai ana...

Veho is My Music

Gambar

BCC

Gambar
Kunjungan Tamu dari Djarum Black Car Community di SKT Garung, Kudus, 21 Mei 2012. Foto-foto: Asa Jatmiko

Bukan Soal Itu

Gambar
Bukan soal benar dan salah lagi. Bukan soal suka dan benci lagi. Bukan soal pintar dan bodoh lagi. Bukan soal kuat dan lemah lagi. Bukan soal tega dan iba lagi. Bukan soal tegas dan plinplan lagi. Bukan soal malu dan percaya diri lagi. Bukan soal orang rendahan dan petinggi lagi. Bukan soal percaya dan curiga lagi. Bukan soal-soal semacam itu! Sungguh! Bahkan juga bukan soal janji dan ingkar lagi. Ini soal sikap. Seperti Pandu mengakui kalah main dadu. Seperti Bima mengakui dirinya sekecil Dewa Ruci. Seperti Arjuna mengakui kepahlawanan Bisma. Seperti Semar mengakui kedigdayaan anak-anaknya yang penuh kekurangan. Seperti itulah semestinya. Bukan soal-soal itu semata-mata. Tetapi soal harga diri seorang ksatria. Kenapa seperti kuda buta, jatuh di lubang yang sama pula? Kenapa tak mengiyakan saja, bahwa hukuman pun tak cukup menghapus dosa-dosa; menipu orang kecil, menipu mereka yang lemah, menghakimi mereka yang belum tentu bersalah kepadamu. -aj- Gambar dia...

14 Tahun Reformasi

Gambar
21 Mei 2012, Indonesia-ku Hari Ini Seorang aktivis ’98 yang bertemu kami seusai pentas di Ambarawa, dengan suara patau-nya yang khas mengatakan bahwa ia malu telah ikut aksi reformasi waktu itu. Ia bahkan menyesal telah turut berteriak-teriak lantang di jalanan & di depan pintu-pintu legislatif. Nyatanya? Geng koruptor makin bertambah jumlah anggotanya. Kebohongan makin rapi bungkusnya. Pembiaran dan sikap tak peduli dari para pemimpin makin menjadi-jadi. Dan mereka yang tak berdaya, terhimpit dan terdesak dalam harapan yang kosong akan keselamatan. Inikah buah dari perjuangan yang telah dibela oleh pahlawan kampus, seperti: Mozes, kawan-kawan di Tri Sakti, serta di seluruh negeri ini? Jangan-jangan kita juga telah tega untuk mengusir Indonesia dari hati nurani warga masyarakat. Atau jangan-jangan aku telah banyak bermimpi. Tentang Indonesia yang digdaya. Indonesia yang adil, makmur dan merata. Indonesia yang indah seperti di iklan pariwisata. Indonesia yang bikin betah di...

Belajar

Gambar
Belajar komputer, berarti sedang beranjak menuju bisa menguasai komputer. Belajar membaca, berarti tengah berusaha untuk menjadi bisa membaca. Belajar, sama sekali tidak mengandung pengertian 'sudah bisa'. Tetapi kadang kita lupa. Ketika ada yang tengah belajar tentang sesuatu, dan kita berasumsi dia telah bisa. Kita menganggap sudah pasti bisa. Atau (ini keterlaluan) memaksanya untuk menyetujui ke'bisa'annya meskipun dia sendiri sadar belum bisa. Alih-alih orang lain menyikapi begitu, sering juga kita sendiri yang tengah belajar, menganggap diri kita sudah bisa; padahal sedang belajar. Belajar merupakan proses, bukan sesuatu yang sudah menjadi. Ia merupakan perjalanan dari membelum hingga menyudah. Itu pun belum final, karena hasil belajar pun tidak merumuskan hal yang pasti. Hasil belajar, memungkinkan interprestasi baru, memungkinkan paradigma baru, memungkinkan untuk menjadi titik awal bagi pembelajaran berikutnya. Payahnya, kadang kita sedikit punya kepongah...

Perbedaan

Gambar
Apakah makna dari perbedaan? Kangmas Sujiwo Tejo mengatakan dalam salah satu lirik lagunya sebagai keindahan, seperti pelangi. Mpu Tantular dalam bukunya Kakawin Sutasoma disebutkan, bahwa perbedaan-perbedaan yang ada pada hakekatnya satu (menyatukan). Bagi kami, Njawa Teater, berbeda merupakan modal bagi kekuatan. Charis Rochman merupakan satu-satunya aktor kami yang paling gemuk; Sutrimo Astrada, satu-satunya aktor kami yang paling suka humor saat break-time ; Aconk Tea, satu-satunya aktor yang paling ceriwis mengkritik orang lain; Evan Evangelista, satu-satunya aktor yang selalu demam panggung; Saga Veho, satu-satunya aktor kami yang berangkat dari belajar nyanyi; Mas Rien, satu-satunya aktor kami paling lucu yang punya anak kembar tiga; Soulya Veho, satu-satunya aktor yang berangkat dari pemain bass di sebuah band dan terlihat paling serius (padahal tidak); Anick, satu-satunya aktor perempuan kuat yang kami miliki; Purna Irawan, satu-satu orang yang sulit sekali humor; Heru Nug...

Terbang

Gambar
Joy-flight Sukhoi Superjet 100 atawa SS100 pada 9 Mei 2012, ternyata menjadi penerbangan terakhir. Padahal ia masih sangat muda, dilengkapi dengan fasilitas alat paling modern seperti flight by wire, ia juga masih dalam perawatan dan pemeliharaan penuh, dipiloti oleh salah satu pilot terbaik Russia. Ia menggetarkan dunia kedirgantaraan, dengan masih menyisakan cerita pilu nan panjang. Sekitar dua tahun lalu, anak saya terjatuh dari atap loteng rumah tetangga. Gara-garanya, ia hendak mengambil pesawat kertas yang dibikinnya sendiri, tersangkut di bubungan atap. Tinggal sedikit lagi saja tangannya sudah menggapai kena, tapi rupanya kayu yang diinjak kaki kananya patah. Ia pun jatuh ke lantai, menerobos eternit lapuk, terjerembab tepat di kamar mandi. Sakit, isaknya. Kita kemudian marah, geram, dengan apa yang telah dilakukan. Dengan keusilannya. Dengan melakukan permainan-permainan yang membahayakan dirinya. Kita, tiba-tiba menjadi orang yang paling berhak untuk memaki, tindakan yan...

Syukuran

Gambar
Malam ini kami diajak pesta syukuran. Apa yang dicita-citakannya selama ini telah berhasil. Lalu sebagai tanda syukur, ia mengajak kami makan-makan. Kemarin, aku dan rekan sekantor juga diajak makan-makan sama Pak Boss. Masing-masing satu mangkuk bakso. Katanya, sebagai tanda syukur bahwa kita telah berhasil melewati 'masa-masa sulit'. Dua minggu yang lalu, saya disuguhi satu paha ayam, lengkap juga dengan sayur gori dan lauk lainnya. Siang itu, makan-makan kami diujubkan sebagai tanda syukur seluruh keluarga bahwa ibunya telah berhasil lepas dari beban yang membelenggunya. Tanda syukur, kemudian memang diwujudkan dalam bentuknya yang paling nyata, yakni : makan-makan bersama. Meskipun hal ini bukan hakiki, karena tanda syukur yang paling utama adalah kepada Hyang Widhi, Pencipta Hidup ini. Dan, lebih dalam sedikit, bahwa dibalik peristiwa makan-makan tersebut, sebenarnya juga merupakan perwujudan sikap rela mempersembahkan pengorbanan, menurutku. Inilah yang menurut sa...

Perhatian

Mungkin masih ada yang ingat, beberapa pengalaman kita sewaktu kita masih kanak-kanak. Bagaimana kita berperilaku, dengan dorongan naluriah seorang anak tentunya, yang ujung-ujungnya adalah kita meminta untuk diperhatikan. Dan kita akan senang apabila sesudahnya yang kita dapat adalah pujian, tepuk tangan, atau terpenuhinya keinginan kita akan sesuatu kala itu. Nikmat. Dan semenjak itu, kebutuhan untuk diperhatikan, seringkali jauh lebih besar daripada keinginan untuk memperhatikan. Kadang-kadang secara tidak sadar, dia muncul dalam kehidupan dewasa, kita saat ini. Hanya saja, saat ini wilayahnya lebih luas, tidak hanya dalam lingkup keluarga, juga di lingkungan kerja, kelompok teater dan di lingkungan masyarakat. Ketika kita kanak-kanak, kita bergantung sepenuhnya kepada orangtua. Apresiasi dan respon mereka terhadap kita, menjadi elemen penting yang turut menentukan hari-hari kita selanjutnya. Sekarang, lingkungan kerja, para personel dalam kelompok teater dan masyarakat, yang m...

Perulangan

Barangkali inilah bahayanya ketika suatu pekerjaan telah rutin dilakukan, yakni mengalami penurunan nilai. Karena sudah dilakukan berulang-ulang, kita seolah kehilangan 'nyawa'. Kita terjerumus dalam aktivitas tanpa roh. Ini, menurut saya, kecenderungan yang wajar. Tetapi, ketika kita menyadari sepenuhnya nilai aktivitas tersebut, seyogyanya perulangan itu justru makin menambah jumlah kredit point, melipatgandakan asupan penting, bagi hidup kita sehari-hari. Saking seringnya melakukan aktivitas yang sama, juga akan menghasilkan respon-respon spontanitas, gerak reflek yang (paling tidak) sama. Seperti ketika kita menghapal sila-sila Pancasila, seperti ketika para aktor menghapalkan dialog perannya, dan semcamnya. Perulangan akan menghasilkan hapalan, dan hapalan yang terus-menerus tanpa disertai nilai dan amalan, hapalan itu akan diucapkannya kosong, blong, hampa dan miskin nilai. Apa sebetulnya yang mengakibatkan kekosongan itu, menurut saya, adalah keterlibatan (diri dalam)...

Poster

Gambar
Pentas DHEMIT Njawa Teater (dok. Njawa Teater)

Mema'afkan

Adalah manusiawi bahwa setiap diri kita pernah melakukan kesalahan. Tetapi jatuh pada kesalahan yang sama, yang saat itu sudah termaafkan, mungkin jadi soal kita yang lain. Aku diajari bagaimana aku harus memaafkan orang lain. Tidak terhitung salahnya. Tidak terhitung berapa kali maaf harus dilunaskan. Memaafkan, buatku memang obat penyembuh atas lukanya hubungan kita. Dengan memaafkan, aku tak bernafsu lagi untuk menuntutnya. Aku pun pernah merasa dimaafkan. Seolah, kesalahanku yang besar, tiba-tiba dilenyapkan oleh penerimaan maaf. Dari yang sebelumnya merasa terbelenggu, tak bebas, tak berani keluar, mengunci diri...tiba-tiba padang, benderang, semua terbuka menerimaku kembali, dan melihat kembali ketulusan sebuah senyum. Maka, untuk kesalahan sama, aku ingin tidak mengulanginya. Agar orang lain juga percaya, bahwa maafku benar-benar sungguh, bukan rekayasa, bukan taktik, tetapi murni keinginan dari hati untuk berubah. Disitu, kita akan berusaha adil kepada orang lain dan diri...

Njawa Teater Getarkan TB Praja Muda

Gambar
Kabar Seputar Muria , - 5 Mei 2012 Jepara - Njawa Teater, Kudus mementaskan teater dengan lakon “Dhemit” di Pelataran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Praja Muda Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Sabtu (5/5) kemarin. Pementasan berlangsung cukup meriah karena sudah beberapa bulan TBM Praja Muda tidak menggelar kegiatan sehingga antusias masyarakat membludak. Sebelum pertunjukan teater, beberapa penyair turut membacakan puisi. Pulung “Imam Gembleng” memeriahkan dengan pentas biola. Adhitia Armitrianto (Wartawan Suara Merdeka), Asa Jatmiko (Sutradara “Dhemit”) dan Asyari Muhammad (Penanggung jawab TBM Praja Muda) membacakan beberapa puisi. Asa Jatmiko disela-sela pembacaan puisi memberikan apresiasi kepada TBM Praja Muda karena memberikan ruang edukatif untuk warga. “Saya memberikan apresiasi kepada Asyari Muhammad dkk yang memberikan ruang pendidikan untuk masyarakat,” katanya. Dikatakannya, dengan menonton pertunjukan teater menurutnya menjadi lebih positif k...

Mengeong

Sampai tadi subuh, aku masih mendengar suara itu, mengeong. Mengeong hingga benakku. Aku berangkat tidur selepas tengah malam. Seusai membalas beberapa sms, beberapa komentar di status FB-ku dan membuat beberapa tulisan untuk blog-ku. Samar aku mendengar suara, anak kucing yang mengeong. Seperti memanggil-manggil mamanya, yang entah dimana. Mataku yang sudah terasa berat, memaksaku membiarkan suara anak kucing itu mengeong semaunya. Dari yang awalnya seperti mengeong di belakang rumah, kemudian bergeser ke samping kanan rumah, dan mungkin di saat aku hampir lelap, ia mengeong seperti di teras depan rumahku. Mengganggu saja, pikirku. Suara ngeongnya begitu memilukan. Sekaligus terasa begitu dekat di telinga. "Tolong aku...," sepertinya ia mengiba begitu. Tapi kutepis saja pikiran itu. Itu pikiran seorang platonik, kalau kuteruskan, aku bisa-bisa bangun terlambat esok pagi. Mengeong ya mengeong saja. Nggak ada makna apa-apa, mestinya kan begitu, sebagaimana naluri binat...

Sehatmu Membahagiakan Kita Semua

Gambar
Reportase Kegiatan Djarum Foundation Operasi Katarak Gratis di RSUD R.A. Kartini Sekitar pukul 07.30 WIB di Selasa pagi, koridor sepanjang di depan ruang Instalasi Bedah Sentral sudah mulai dipenuhi orang-orang. Kursi-kursi yang berjejer rapi, di bawah banner besar bertuliskan Operasi Katarak Gratis, sudah mulai dipenuhi. Bahkan beberapa saat kemudian, karena sudah tidak kebagian kursi, banyak orang yang datang belakangan mesti menunggu dan duduk di taman di depan koridor. Demikian juga para pasien katarak yang hendak dioperasi, ada yang tidak kebagian tempat duduk. Melihat hal itu, salah seorang panitia dari rumah sakit kemudian mengumumkan melalui pengeras suara, kursi-kursi yang disediakan mohon khusus di tempati oleh saudara-saudari peserta operasi katarak. Ya, begitulah, kursi-kursi yang disediakan memang untuk pasien operasi katarak mata gratis. Ramainya orang-orang di tempat itu, sebetulnya lebih banyak merupakan para keluarga pasien penderita katarak. Pasien kataraknya ...

Njawa Teater Pentas di Taman Praja

Gambar
SUARA MERDEKA - Tilik Kampung Senin, 07 Mei 2012

Anak Perempuan, Kecil

Sudah semenjak pagi, seorang suami dari karyawati di tempatku bekerja, menunggu kami bertiga. Jam 9, kami bertiga diharapkan dapat menghadiri ritual sebagaimana yang diminta sang suami tadi. Tetapi, tidak mungkin kami bertiga pergi meninggalkan kerja pada jam yang sama pula. Akhirnya, sebagai satu-satunya jalan, begitu selesai kerja, aku yang ditugaskan ke rumah keluarga itu. Anak kecil, perempuan, yang merasuki karyawatiku menyambutku. Dengan mengajakku senyum dan bersalaman. Itu kata orang-orang di situ, tetapi sungguh aku hanya melihat seorang perempuan, karyawatiku, tergolek lemas di atas tempat tidur. Tapi memang, sepasang matanya, merah dan tajam, menatap ke arah mana saja sesukanya. Anak kecil perempuan, begitu mengenalku. Seperti pengakuannya, ia selama ini bermukim di salah satu kamar toilet di tempat kerjaku, maka jelas dia sangat mengenalku. Bahkan beberapa kalimat pujian untukku terlontar dari mulut karyawatiku. Ah, pujian dari dunia lain, desisku dalam hati. Sudahlah, ...

Pers Release: Pentas keliling Njawa Teater

Gambar
SUARA MERDEKA - Suara Muria - Lenceng Galeng Kamis, 04 Mei 2012

Pres Release: Pentas Keliling Njawa Teater

Gambar
JAWAPOS - Radar Kudus Kamis, 03 Mei 2012

Njawa Teater on RADAR KUDUS

Gambar
Profil Singkat NJAWA TEATER

Njawa Teater Pentas Keliling DHEMIT

Gambar
Setelah singgah dan berpentas di halaman Balai Desa Cranggang, Dawe (21 April 2012) dan Pendapa Ambarawa (28 April 2012), Njawa Teater masih akan melanjutkan pentas kelilingnya di beberapa tempat lagi, yakni di Jepara, Demak dan Salatiga. Pentas keliling ke beberapa tempat oleh Njawa Teater pada tahun ini mengusung lakon Dhemit, yang merupakan naskah karya Heru Kesawa Murti, dengan olah penggarapan disutradarai oleh Asa Jatmiko ini mendasarkan diri pada keinginan untuk “bali ndesa”. Hadir di tengah-tengah warga masyarakat, dan berbagai kalangan, untuk menjalin komunikasi yang semesra-mesranya. Ini merupakan tetirah, atas keprihatinan kita melihat bagaimana peran teknologi informasi belakangan ini telah menjadi ‘dhemit’ yang sesungguhnya bagi masyarakat kita. Ia telah memperalat hingga meninabobokan kita semua, sehingga hubungan mesra antar-personal di dalam keluarga dan masyarakat semakin pincang. Para pemain dan pendukung pentas Dhemit, antara lain: Sutrimo, Charis Rohman, Purna ...