Sedetik Dua Jam
Rumputan di Bibir Sungai Pada gilirannya, masing-masing dari kita akan mengerti dengan benar, apa itu rasa bahagia yang sesungguhnya. Ya, masing-masing dari kita. Dan dengan sendirinya. Tinggal menunggu waktunya saja. Sebagaimana giliran kita untuk mati, akan datang juga menghampiri kita. Tak ada yang bisa menghindar. Aku mengatakannya karena aku percaya. Aku mengatakannya justru pada saat aku berada di radius terjauh dari titik sentral perasaan yang indah itu. Tetapi aku meyakininya, bahagia itu ada, dan akan sampai di sini juga, di dalam hatiku, meski aku juga tidak tahu akan seberapa lama perasaaan itu menginap di dalam hatiku. Cuma sedetik, dua jam, tiga minggu, empat tahun atau selamanya? Tapi yakinlah, akan datang dengan indah pada saatnya. Sebagaimana aku menyakininya saat ini. Kamu perlu memiliki keyakinan itu. Sebagai seorang lelaki yang masih belia, kau memang masih memiliki banyak peluang, untuk sampai pada keputusan akhir nantinya, dan pilihanmu itulah yang nantinya akan me...