Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Unik, Meriahkan Pernikahan dengan Pentas Budaya

Jepara - Prosesi akad nikah pasangan Asyari Muhammad dan Yuliana Khoirun Nisa telah usai dan berjalan lancar, Sabtu (29/10) kemarin. Senin malam (31/10) untuk memeriahkan pesta perkawinan, di rumahnya Jl. Kauman I RT.03 RW.02 Margoyoso Kalinyamatan Jepara disemarakkan dengan Pesta Budaya. Selepas maghrib, kediaman penyair ternama ini sudah dipadati oleh tamu yang datang dari berbagai penjuru. Sejak pukul 18.00-20.00 WIB rumahnya tidak ada spesial kecuali hanya hiruk-pikuk tamu undangan serta suara tembang-tembang yang keluar dari CD Player maupun MP3. Namun saat jarum jam telah menujukkan pukul 20.05 WIB suasana berubah. Berubah menjadi panggung pertunjukan untuk menghibur pasangan mempelai serta hadirin yang datang. Ya, begitulah Pentas Budaya yang membahana dari gang I desa Margoyoso. Tampil dalam kesempatan itu Firda n Friends menghentakan organnya. Ada juga pembacaan puisi dari MM Bhoernomo (Kudus), Ullyl Ch (Kudus), Catur (Pekalongan) dan Mustaqim Umar (Jepara). Dua teater pe...

Artefak Cinta

Gambar
Sudah tertulis di atas batu, Hanya cinta sehebat waktu. Akulah rakai pikatan yang membangun ini candi. Seluruh kekuatan dan perhatian tercurah di sini. Engkaulah prameswara, Yang datang dan membaca relief dan artefaknya. Dan kau akan tahu, Yang terbaca di puncaknya adalah cinta. Prasasti bagi ruang dan waktu yang rapuh. Pegangan bagi hati kita sering terjatuh. Di tabir malam kau bernyanyi di taman lumbini. Suara bening yang mengambar dari lubuk hati. Engkau putuskan memilihku sebagai jalan tengah. Antara bumi dan hati: menyatu dan takkan belah. Menjelmakan sungai. Melayarkan perahu kita. Ke samudra penuh cinta. Aku membiarkanmu mencium keningku, Karena apalah dayaku melawan kuatnya cintamu. Engkau adalah kepercayaan Tempatku menggantungkan harapan Dian untuk menyusuri kehidupan. Kudus, 2007

Camo 102, Summer Hills

Dago. Kemegahan yang sunyi. Dan dia pergi. Gerimis. Lalu bersisakan rintih anak gadis. Di ujung rambut yang 12 tahun, menyisir trotoar. Ada sih kerlip mata. Tetapi risih. Tetes gerimis kental meramu cerita. Mereka ketemu di satu prahara. Dia bertatto Dago. Hal hujan, dan kelilingan perbukitan. “cinta mesti dibasuh di sini.” Kubangan untuk berendam-diri. Agar tak menjauh dari suhu alam. Dia telah pergi. Ke dasar kubangan. Di Camo aku mengenangnya; Menjadi puisi, yang kini kau baca. “perih, tapi penuh cinta.” Trotoar Dago, Bandung - 11/11/11 .

Djarum Sumbangsih Sosial - Operasi Katarak Mata II

Gambar
"Ini merupakan operasi kedua," kata Masiran, 70, salah seorang peserta operasi katarak mata persembahan dari Djarum Sumbangsih Sosial. Dua bulan sebelumnya, di acara yang sama, Masiran telah menjalani operasi katarak untuk mata sebelah kiri. Dan pada 17 dan 18 Desember yang lalu, menjalani operasi untuk mata sebelah kanan. Akhirnya semakin lengkaplah, terang dunia kembali dirasakan oleh kedua matanya yang selama ini terselubung kabut katarak. "Saya sungguh bersyukur. Operasi ini terlaksana atas bantuan Djarum," lanjut Masiran. Saya mendoakan semoga orang Indonesia merokok Djarum semuanya, kata Masiran penuh syukur. Begitulah luapan kegembiraan Masiran, sebagaimana disampaikannya kepada WKD sesaat sebelum meninggalkan RS Mardi Rahayu. Operasi Katarak Mata tahap kedua telah berlangsung. Ada 46 saudara yang telah berhasil doperasi, 2 orang dinyatakan gagal karena alasan kesehatan, sementara 4 orang lainnya yang direncanakan ikut, akhirnya tidak datang sampai pel...

Asah Pena Jurnalis WKD

Gambar
---------------------------------------------------- Pengantar: Pada sebuah penerbangan dari Semarang ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan jurnalistik koresponden WKD (Warta Keluarga Djarum), sambil menunggu boarding, sebagaimana para penumpang lain yang sibuk membaca, seolah saya terpanggil juga untuk ikut sibuk membaca. Akhirnya saya ambil saja satu majalah yang terselip di belakang kursi penumpang di depan saya. Sebuah media internal milik sebuah BUMN. Media tersebut tersaji dalam dwi bahasa, Indonesia – Inggris. Keren. Tutur bahasa tulisnya baik, penataan foto dan gambar-gambar ilustrasinya menarik. Dan ketika saya membaca Bali pada salah satu halamannya, saya lupa sedang terbang di atas Pulau Jawa. ---------------------------------------------------- Bertempat di Summer Hills, Bandung, para jurnalis WKD yang selama ini aktif dan konsisten menjadi koresponden WKD dari seluruh site Djarum di Indonesia, berkumpul untuk pelatihan jurnalistik, 9 – 11 November 2011. Inilah pertemua...

Habis Gelap Terbitlah Terang!

Gambar
“Ancaman katarak adalah kebutaan permanen. Padahal, katarak bisa disembuhkan!” ------------------------------------------ “Harapan kami, nanti Bapak dan Ibu akan kembali melihat indahnya dunia,” kata Budi Darmawan, Corcomm Manager, kepada seluruh peserta operasi katarak. Lalu lanjutnya, “Bapak dan Ibu dapat kembali melihat Jupe (Julia Perez –red) dan Saiful Jamil, ya?” Pertanyaan itu disambut tawa penuh haru oleh semua yang ada di lantai 2 dan lantai 3 bangsal istirahat peserta operasi. “Singkatnya, kami sungguh berharap bapak dan Ibu dapat merasakan kembali terangnya dunia. Dapat kembali beraktivitas tanpa terganggu oleh katarak.” ----------------------------------------- Sulasih, karyawan borong SKT Megawon II menyatakan rasa syukurnya kepada Tuhan, bahwa suaminya kini dapat melihat dengan normal kembali setelah beberapa tahun terserang katarak. Suaminya merupakan salah satu peserta operasi katarak mata gratis yang diadakan oleh Djarum Sumbangsih Sosial. “Operasi berjalan ba...

Tetap Jadi 'Pemain' Penting bagi Indonesia

Gambar
“Ayam Den Lapeh” bergema membuka acara. Lagu adat dari Sumatra Barat ini mengumandang dan membaur pas dengan panggung yang berlatar-belakang Rumah Gadang , yang berdiri gagah. Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak dijumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung . Tentu bukan kebetulan jika panitia memilih Rumah Gadang sebagai setting utama pada panggung PMK pada 08 Desember 2011 ini. Pada Rumah Gadang, ada tiga nilai fungsi yang seiring dengan pelaksanaan PMK menurut masyarakat adat Minangkabau. Pertama , ia adalah tempat tinggal bersama. Kedua , ia difungsikan juga sebagai tempat penyimpanan padi / lumbung. Dan ketiga , sebagai tempat penobatan kepala adat. Seluruh keluarga Djarum pun menyadari bahwa Djarum telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia telah menjad...

40 Tahun Teater Mandiri Pentaskan “Aduh”

Gambar
Auditorium Universitas Muria Kudus telah berjubel penonton. Tidak kurang dari 500-an penikmat teater dari Kudus dan sekitarnya menjadi saksi atas aksi Teater Mandiri yang tahun ini menembus usis ke-40. Tampil hampir sepanjang 2 jam, Teater Mandiri memuaskan kerinduan penonton. Teater Mandiri kembali mempersembahkan pergelaran berkelas dengan menghadirkan lakon “Aduh”. Setelah pada 15-16 Juli 2011 mereka mementaskan lakon tersebut di Graha Bhakti – Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada 05 November 2011 Djarum Foundation Bakti Budaya mengusung Teater Mandiri ke Kudus. Mengangkat lakon Ah , Teater Djarum menjadi tuan rumah pergelaran Aduh Teater Mandiri di Kudus sekaligus tampil sebagai pembuka. Penampilan Teater Djarum didukung oleh sekitar 15 pemain, di bawah arahan sutradara Eko Kodok, sementara konsep naskah disusun oleh Jumari HS. Tampilan berdurasi 10 menit Teater Djarum memikat penonton yang sudah mulai memenuhi auditorium Universitas Muria Kudus, dengan konsep panggung teater a...

Bebas Ekspresikan Gagasan

Gambar
Bekal Sineas Lokal Produksi Film Indie Sumber: Radar Kudus FILM indie memang berbeda dengan film yang selama ini dikenal dengan film yang di putar di bioskop. Meski secara prinsip pembuatan film indie dengan film lain tidak jauh berbeda, namun kesan bebas berekspesi jauh melekat di film indie garapan sineas lokal. --- BERBICARA mengenai film indie, seorang pemerhati film dari Universitas Muria Kudus (UMK), Fajar Kartika mencoba menjelaskan terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan film indie. Apakah film yang berdurasi pendek? Atau film yang digarap dengan alat yang sederhana? Mengutip pernyataannya Slamet Raharjo, Fajar mengatakan yang dimaksud film indie bukan film yang berdurasi pendek, atau yang menggunakan peralatan sederhana. Tapi film yang penggarapannya tanpa ada campur tangan kapitalis. "Tidak menutup kemungkinan, film indie penggarapannya lebih bagus daripada film mainstream. Juga bukan berarti, film indie itu menafikan uang," katanya. Dia mencontohkan,...

Sesuatu tentang Spirit Kerja

Gambar
Jabatan, menurut Mahfud MD, Ketua MK, "tidak perlu diburu, tapi juga jangan dihindari". Aku terhenyak ketika mendengar ungkapan Pak Mahfud MD pada sebuah wawancara khusus News Maker edisi Mei di METROTV tersebut, tapi sekaligus juga merasa seperti menerima kesejukan. Setelah 4 hari tidak masuk kerja karena banyak hal yang membuatku kecewa, hari ini aku menyegarkan diriku kembali dengan petuah itu. Dan mencoba bangkit kembali, dengan menerima semua kenyataan yang ada. Seperti selama ini kita rasakan, bahwa semua yang kita perbuat seakan-akan merupakan perbuatan besar, kerja keras yang melelahkan, dan menumpukan pada satu harapan: orang akan menghargai jerih payahku dengan menghadiahiku kenaikan gaji atau jabatan. Tetapi, kiranya hal itulah yang telah membuat kita lemah. Semangat yang bertumpu kepada harapan semu, yang kita ciptakan sendiri karena merasa lebih, telah menggerogoti semangat yang sesungguhnya, yakni melakukan semua pekerjaan dengan senang hati. Ketika aku m...

Tuhan, Kesempatan dan RencanaNya

Gambar
“Begitu hebatnya Tuhan buatku.” Dia selalu memberi kejutan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena, apa yang saya pikirkan tak selalu benar-benar merupakan apa yang saya butuhkan. Tapi Dia selalu hebat memberikan surprise yang saya butuhkan. Manakala saya mendapati diriku berlumuran lumpur, kerepotan mengatasi hidup, Dia tidak segera mengangkatku ke atas tanah kering atau membebaskan pundakku dari beban-beban. Tetapi seringkali, yang kumaknai selanjutnya, adalah pemberian beban baru dan masalah baru yang semakin membenamkan diri saya ke dalam lumpur. Memberikan apa yang saya sebut dalam sumpah serapah saya, sebagai dosa buatku. Saat itu kita tidak sepenuhnya menyadari, bahwa apa yang kita dapat sesungguhnya adalah daya hidup kita yang makin kuat. Bagaimana kita 'dimintaNya' untuk bertahan, memeras otak dan jiwa kita untuk keluar dari dalam lumpur, dengan tetap mempercayakan sepenuhnya ketulusan cintaNya pada kita. Dan itu tak semudah saya menuliskannya, seperti s...

Kembali pada Cinta

Gambar
Pada sebuah pagi berkabut, seorang kawan lama semasa SMA, tiba-tiba berkirim kabar melalui e-mail; misa penutupan Bulan Maria ini khotbahnya disampaikan oleh Romo Diakon Tri Kusuma. "Dia sudah makin pinter," katanya. "Semoga imamatnya abadi." Kawanku ini memang spesial dalam tulisan saya kali ini. Menurut saya, perkataannya bisa bermakna ganda. Ia tidak hanya sekedar menjadi umat yang waktu itu mendengar homili, tetapi ia juga seorang umat yang pernah mengenyam pendidikan bagaimana "berhomili" yang baik menurut tata liturgi ekaristi Katolik. Dia adalah umat jebolan seminari. Paham gelagat sosial kemasyarakatan, mengerti logat para selibat. Makna ganda yang aku maksud adalah mungkin pujian atau mungkin sindiran, yang mana kedua-duanya menyatakan tidak sesungguhnya sama sekali. Atau respon jujur, bahwa homili yang disampaikan Romo Diakon yang baru 3 bulan kaul itu makin mampu dipahami oleh umat. Tapi itu tidak penting, karena yang lebih penting adalah...

Pokoknya Seru Deh!

Gambar
“Pokoknya seru deh!” begitu respon Endah, salah seorang penerima beasiswa Djarum Plus (BESWAN) dari Bandung, saat ditanya mengenai kesannya mengikuti Cultural Visit di Kudus, 28 November 2011. Dan memang, sembilan dari sepuluh BESWAN melontarkan kata yang sama: seru, ketika ditanyakan bagaimana kesan mereka terhadap program Cultural Visit ke Kudus. Seru yang dimaksud itu yang bagaimana sih? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘seru’ memiliki beberapa pengertian. Sebagai kata sifat (adjektiva), seru berarti: sengit atau hebat. Sebagai kata benda (nomina), berarti: ujaran yang biasa digunakan dengan penegasan atau intonasi tinggi. Dan sebagai kata khusus (partikel) yang tidak bisa diderivasikan atau diinfleksikan, memiliki arti: serba, untuk Tuhan -- sekalian alam. Di dalam pengertian anak-anak muda sekarang, ternyata ‘seru’ memiliki makna yang lebih luas. Bukan hanya berarti hebat, dan bukan hanya diungkapkan dengan intonasi tinggi semata. Hampir mencakup keseluruhan...

Indonesia Type 21, -1

Indonesia, lelaki paruh baya, rumah mungil di bawah trembesi Dimana catatan alamat surat sahabat telah di larung Ketika ancaman hari depan menjadi sarapan pagi Dimana aroma wangi tanah basah telah banyak menguap Ketika setiap malam tidur menjadi saat yang menakutkan Berhektar hektar ladang menumbuhkan pucuk pucuk harapan Bagi mulut mulut besar, tapi tidak bagi penyair, bagi Ibunda Bagi anak anak yang percaya kepada hati nurani Berhektar hektar ladang membunga percik api kemarahan Karena angin telah berhembus mengabulkan doa penjual nama Indonesia, lelaki paruh baya, tabur bunga di pusara ibunya Dengan bunga yang tak dipetik, tapi dipungutnya setelah gugur Di tiap senja di bawah trembesi, juga di pusara mimpinya Hingga terbenam dalam sunyi dendam yang tertahan Rumah mungil pun mengabut, bidadari kecil menangis di sudut Ibunda dengan wajah lebam berhias di kaca retak Matahari terus membakar ladang ladang, memaki ladang ladang Lelaki menelusup pintu dan teronggok di bawah celah atap Menca...

Indonesia Type 21, -2

Indonesia dalam jantung bocah 11 tahun Berdetak lambat seperti jarum jam di stasiun Kereta yang ditunggu membawakan mainan Tak juga muncul Bersama jutaan bocah lainnya Bermain, meski bermain sudah tak lagi berhati Hanya semakin menjauhkannya dari kampung halaman. Rumah mungil dan trembesi menyimpan kenangan Sunyi memanggil mengajaknya mati Lalu cakrawala berpelangi jelaga, sehitam keluh kesahnya: ”Aku ingin melihat hutan, Ma... membelai harimau dan orang utan” Mengapa ruang telah dimampatkan Hingga jantung berdetak lamban? Dia tertidur dalam remang cahaya di antara Matematika dan Agama Lalu ia bermimpi menulis sebaris email untuk kenalan barunya: ”Apa kau mengenal Indonesia, seperti aku mencintainya?” Kereta tak jua datang, hanya deru angin menggetarkan pohonan Tapi di mimpinya, ia melihat kereta telah melaju kencang Tapi tak berhenti lama Dan tak menghampirinya. Kudus, 2010

Denganmu

di gigir Rawapening. sepoi merayu kangen. aku datang padamu, hati bening. berpeluk dan bercinta, hingga langgeng. Sayang, ayo lekas mandi. Bersiap kita melancong Di satu sudut Jogja yang suri. Nonton pentas wayang wong Di Ndalem Mangkubumen. Sungkem untuk loyalitas permanen. Ambarawa - Jogja, 2011.

Face to Face

halus dan lembut seperti kasih seorang ibu hangat dan sejuk begitu ada di depanmu suasana yang lama kami rindu bertahun diayun arus waktu. candi mendut, 2011.

Melukis

detail: gurat senyum bibirmu, alis manis dan bulu mata wibawa Juga sorot mata elang yang bikin dia terjatuh saat menatapmu Serta suaramu, kulukis, suara yang telah membiusnya ke masa lalu Dan dia tahu, lukisan itu kini abadi. Dengan bingkai sekuat jati. Kudus, 2011.

Lumbini

dengarkan yang kau rasa indah rasakan lembut buainya lalu hanyutkan di gairahnya dan biar kutunggu saatnya nanti ucapan kalimatmu yang kubenci ku tunggu kau di taman lumbini betapa rapuh raga kita ini. Kudus, 2011.

Ledakan

derai tawamu semalam menjadi bulirbulir airmataku peraman sepanjang 13 tahun senyum pada kisahkisah manismu bercengkrama dalam hujan akhirnya memang harus tahu diri desah bisa jadi ledakan. Kudus, 2011.

Aku yang Lain

Kini kau akan sedikit lebih mengerti lagu ombak siang malam yang mengibarkan rambutmu sayap patah merpati yang tersangkut ranting kering menjadi tak berarti seperti ribuan kata kata dari buku sajakku yang menggelembung bagai balon busa yang ditiupkan anak anak kecil lalu pecah di kebun belakang. Aku meloncat keluar dari jiwamu, karena aku ingin lihat dirimu yang sesungguhnya saat kau membersihkan halaman rumah dari daun daun yang lelah aku telah mengembara ke tempat-tempat yang tak kau pahami bertamu dan bertanya kepada rumput hijau, tapi tak jua ketemu kau di siitu?! Semua ini kesiasiaan, sayang jika kau hanya menakar keringat menimbang beban yang semakin memberat dan di tikungan jalan kau rubuh menikam nikam diri dengan seribu penyesalan Jangan, sayang dengarlah pengembaraan ini…. matahari yang tegar menyeret cakrawala dimanakah rasa lelah ia timbang pucuk-pucuk angin yang setia memimpin musim dimanakah rasa bosan ia tanggalkan dan kini lihatlah dirimu pohon tak pernah menghitung ber...