Postingan

Menggairahkan Sastra di Kudus

Oleh ZAKKI AMALI Waktu terus berlari, siapa pun yang tidak mampu mengimbangi laju waktu akan tertinggal. Tertinggal oleh waktu akan menjadikan manusia sebagai obyek, bukan subyek. Padahal, untuk dapat survive, manusia harus menjadi subyek atas waktu, mengelola dan mengolah waktu agar harapan tercapai. Paradigma inilah yang akan menggairahkan kembali kehidupan sastra di Kudus.Banyak orang tidak tahu, bahkan (mungkin) warga Kudus sendiri, sastra pern ... Link : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/10/15001796/menggairahkan.sastra.di.kudus dengan pesan :

Kembali Bersajak

Gambar
Malam ini, Sabtu (07 Maret 2009), aku kembali membaca puisi. Pada sebuah forum perpisahan KKN para mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan warga Desa Wates, Undaan, Kudus, dengan berlokasi di Balai Desa. Rasa-rasanya sudah terlalu lama aku sudah tidak membaca sajak. Terakhir baca sajak adalah saat Rendra berorasi di Auditorium UMK dalam Gelar Budaya yang diselenggarakan BEM UMK. Aku tampil sebagai penyair tuan rumah. Setelah itu, aku larut dalam 'kesibukanku' sendiri. Kesibukan yang lebih berarti pada keruwetan, antara pekerjaanku sehari-hari sebagai buruh, persoalan Teater 76 yang akhirnya menyeret aku ke dalam sebuah sumur kematian, juga benak yang selalu berisi Veho. Di samping tentu masalahku pribadi, soal-soal rutin mengenai ekonomi keluarga yang tak kunjung beranjak membaik. Malam ini aku kembali membuka buku Pertarungan Hidup Mati . Karena setelah membolak-balik sajak-sajakku yang baru, rasanya mentah semua. Di sela jepitan buku-buku, aku menemukanya, sebagai satu-satun...

Asa Jatmiko

Gambar
Dilahirkan pada 07 Januari 1976. Menulis puisi, cerpen, essai sastra dan budaya ke berbagai media massa yang terbit di Indonesia, seperti; Kompas, Suara Pembaruan, Bernas, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Lampung Post, Surabaya Post, Bali Post, Media Indonesia, Jawa Pos, Solopos, Koran Merapi, dan lain-lain. Karya-karyanya juga termuat berbagai antologi, seperti; Hijau Kelon, Resonansi Indonesia, Grafitti Gratitude, Filantrophi, Trotoar, Tamansari, Gerbong, Jentera Terkasa, Embun Tajalli, Begini Begini dan Begitu, Pasar Kembang, Buku Catatan Perjalanan KSI, Sebatang Rusuk Untukmu, Equator , dan lain-lain. Selain itu, ia aktif juga di dunia seni pertunjukan (teater), dengan telah menulis naskah drama dan menyutradarai beberapa pentas teater. Karya di bidang teaternya, antara lain; Rekonsiliasi Nawangwulan_Joko Tarub, Performance Art “Dust To Dust”, Parodi Jonggrang Putri Prambatan, LOS (Labours On Stage) , Pentas keliling 2 Naskah karya Kirdjomuljo, berjudul Senja dengan D...