Postingan

Teronggok di Dalam Gudang

Rasanya telah cukup lama teronggok di dalam gudang Debu melekat menebal dan luka luka dipenuhi karat Rasanya terlalu berat untuk tidak berkata aku telah usang Wajah wajah telah menjadi asing di setiap perbincangan Ada rindu seperti kau menjamahku dahulu Dan mendengar jerit tawa yang jujur di halaman Tapi ada cemas jika kau menyentuhku sekarang Aku tak lagi menjadi sesuatu yang kau inginkan Teronggok sudah di dalam gudang Tergeletak seperti barang rongsokan Hanya saja, entah kenapa engkau selalu hidup di sini Bersama keliaran jiwaku yang kesepian Jujur saja aku selalu gagal menulis surat untukmu Karena terlalu banyak kata kata yang hilang makna Seperti bunga di etalase Seperti peristiwa di setiap sinetron Indonesia Seperti lima ratus dua puluh empat puisiku di koran koran Menjadi sebuah kemunafikan tak berujung-pangkal Aku masih mencoba mempercayaimu Sebagai kidung yang berlagu setelah adzan Sebagai kleneng lonceng sebelum altar bermadah Aku masih ingin mendengar kau membuka pintuku Mes...

Kamar Pengantin

Pro: Budi Utomo - Paskalina akhirnya aku menjumpaimu di sini di antara wangi kenanga dan warna biru berkubang dalam satu gerabah puncak dari perjalanan yang rumit dan setelah kita meroncenya menjadi perhiasan di sanggulmu dan leherku tetapi cinta bukanlah sajak juga bukan keindahan itu sendiri di dalam satu gerabah kita bertukar jawab dengan jujur aku menjumpai huruf yang tercipta di hatimu kamu pun akan tahu betapa ringkihnya aku di sini kita beradu rasa cemas karena kenyataan memang lebih menyakitkan turunlah, kutunggu kamu di sini berkubang dalam satu gerabah agar kita tahu pantaskah kita bernama cinta Kudus, Oktober 2008

Fragmentasi Ikan

Matahari sudah mulai condong. Di langitNya. Sekali lagi ia bertanya, “dimanakah Engkau, Tuhan? Jika benar benar ada, tampakkan diriMu.” “Aku melihat kuncup bunga bermekaran. Kumbang dan kekupu menghampiri, bercengkerama. Lalu sore hari satu persatu mahkotanya rontok. Mati. Aku juga melihat burung burung berpasangan. Seminggu kemudian mereka membuat sarang. Dan di suatu pagi, aku mendengar cericit anak anaknya. Minta susu, minta mainan dan sebentar lagi juga mereka minta diajarkan bagaimana terbang bagaimana meninggalkan kampung halaman.” Matahari makin condong, sekali lagi ia berteriak: “Dimanakah Engkau, Tuhan?! Apabila benar-benar ada, maka tampakkan dirimu!” “Aku pergi ke pantai mencariMu. Ombak menggempur karang tetapi karang tak peduli. Camar melayang di atas gelombang tetapi laut tak memberi. Dan aku melihat nasibku sendiri; seperti ikan kecil yang hamper mati di atas pasir. Ah, diakah Tuhan?! Ia seperti anak kecil?! Barangkali benar juga. Lalu aku dipu...

Bedah Buku Puisi "Secangkir Kopi dan Puisi"

Gambar
PARA PENYAIR Secangkir Kopi dan Puisi : Kudus: Asa Jatmiko Sholichudin Al-Gholany Ullyl CH Yusuf Ardyan Amrullah Jepara: Asyarie Muhammad NH Tauchid Nor Kholidin Pati: Bagus Taufiqurrohman Dwi Riyanto Pujianto Rembang: Galih Pandu Adi Yayan R Triyansyah Wonogiri: Agus Bakar Karanganyar: Bhre Wijaya Solo: Haris Firdaus -------------------------------------------------------------------------------- Dalam upaya membangun jejaring antarpenyair Jawa Tengah, pemetaan kepenyairan, menambah wawasan intelektual literer, menstimulasi terciptanya karya-karya puitika-kreatif, memberikan ruang sosialisasi-publikatif, serta meningkatkan daya apresiatif masyarakat terhadap dunia perpuisian Indonesia di Jawa Tengah, Taman Budaya Jawa Tengah di Solo mengundang Saudara sebagai PENYAIR PESERTA dengan membacakan Puisi karya sendiri yang terhimpun dalam antologi puisi SECANGKIR KOPI DAN PUISI Temu Penyair 7 Kota Jawa Tengah, besok pada: Hari Rabu, tanggal 03 Juni 2009, jam 19.30 wib - selesai. Di Teater A...

Menggairahkan Sastra di Kudus

Oleh ZAKKI AMALI Waktu terus berlari, siapa pun yang tidak mampu mengimbangi laju waktu akan tertinggal. Tertinggal oleh waktu akan menjadikan manusia sebagai obyek, bukan subyek. Padahal, untuk dapat survive, manusia harus menjadi subyek atas waktu, mengelola dan mengolah waktu agar harapan tercapai. Paradigma inilah yang akan menggairahkan kembali kehidupan sastra di Kudus.Banyak orang tidak tahu, bahkan (mungkin) warga Kudus sendiri, sastra pern ... Link : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/10/15001796/menggairahkan.sastra.di.kudus dengan pesan :

Kembali Bersajak

Gambar
Malam ini, Sabtu (07 Maret 2009), aku kembali membaca puisi. Pada sebuah forum perpisahan KKN para mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan warga Desa Wates, Undaan, Kudus, dengan berlokasi di Balai Desa. Rasa-rasanya sudah terlalu lama aku sudah tidak membaca sajak. Terakhir baca sajak adalah saat Rendra berorasi di Auditorium UMK dalam Gelar Budaya yang diselenggarakan BEM UMK. Aku tampil sebagai penyair tuan rumah. Setelah itu, aku larut dalam 'kesibukanku' sendiri. Kesibukan yang lebih berarti pada keruwetan, antara pekerjaanku sehari-hari sebagai buruh, persoalan Teater 76 yang akhirnya menyeret aku ke dalam sebuah sumur kematian, juga benak yang selalu berisi Veho. Di samping tentu masalahku pribadi, soal-soal rutin mengenai ekonomi keluarga yang tak kunjung beranjak membaik. Malam ini aku kembali membuka buku Pertarungan Hidup Mati . Karena setelah membolak-balik sajak-sajakku yang baru, rasanya mentah semua. Di sela jepitan buku-buku, aku menemukanya, sebagai satu-satun...

Asa Jatmiko

Gambar
Dilahirkan pada 07 Januari 1976. Menulis puisi, cerpen, essai sastra dan budaya ke berbagai media massa yang terbit di Indonesia, seperti; Kompas, Suara Pembaruan, Bernas, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Suara Merdeka, Lampung Post, Surabaya Post, Bali Post, Media Indonesia, Jawa Pos, Solopos, Koran Merapi, dan lain-lain. Karya-karyanya juga termuat berbagai antologi, seperti; Hijau Kelon, Resonansi Indonesia, Grafitti Gratitude, Filantrophi, Trotoar, Tamansari, Gerbong, Jentera Terkasa, Embun Tajalli, Begini Begini dan Begitu, Pasar Kembang, Buku Catatan Perjalanan KSI, Sebatang Rusuk Untukmu, Equator , dan lain-lain. Selain itu, ia aktif juga di dunia seni pertunjukan (teater), dengan telah menulis naskah drama dan menyutradarai beberapa pentas teater. Karya di bidang teaternya, antara lain; Rekonsiliasi Nawangwulan_Joko Tarub, Performance Art “Dust To Dust”, Parodi Jonggrang Putri Prambatan, LOS (Labours On Stage) , Pentas keliling 2 Naskah karya Kirdjomuljo, berjudul Senja dengan D...