Teronggok di Dalam Gudang
Rasanya telah cukup lama teronggok di dalam gudang Debu melekat menebal dan luka luka dipenuhi karat Rasanya terlalu berat untuk tidak berkata aku telah usang Wajah wajah telah menjadi asing di setiap perbincangan Ada rindu seperti kau menjamahku dahulu Dan mendengar jerit tawa yang jujur di halaman Tapi ada cemas jika kau menyentuhku sekarang Aku tak lagi menjadi sesuatu yang kau inginkan Teronggok sudah di dalam gudang Tergeletak seperti barang rongsokan Hanya saja, entah kenapa engkau selalu hidup di sini Bersama keliaran jiwaku yang kesepian Jujur saja aku selalu gagal menulis surat untukmu Karena terlalu banyak kata kata yang hilang makna Seperti bunga di etalase Seperti peristiwa di setiap sinetron Indonesia Seperti lima ratus dua puluh empat puisiku di koran koran Menjadi sebuah kemunafikan tak berujung-pangkal Aku masih mencoba mempercayaimu Sebagai kidung yang berlagu setelah adzan Sebagai kleneng lonceng sebelum altar bermadah Aku masih ingin mendengar kau membuka pintuku Mes...