Postingan

Srinthil

-satu- Sebuah kota. Sebuah komunitas. Dimana sebagian besar penghuninya bermata-pencaharian sebagai buruh. Sebuah komunitas yang penuh keringat, bau kecut, umpatan kasar, protes kenaikan upah, bonus mobil sedan, Tunjangan Hari Raya, pemutusan hubungan kerja, sering pula cucuran air mata, darah, yang tidak semuanya didasari atas nama kemanusiaan. Atas nama kepentingan. Siapa membela siapa. Siapa memangsa siapa. Hanya sebagian kecil saja yang berlaga atas nama cinta dan perjuangan. Satu persatu tersebar dan tercecer di aspal jalanan, seperti musim gugur bunga-bunga tanjung ( mimusops elengi ) minggu ini. Karena selalu dan akan selalu ada. Meski selalu dibersihkan dan akan selalu dibersihkan. Dan ingat, mereka jua yang selalu luput dari perhatian, dan selalu mereka dibersihkan. Hingga kita melihatnya bersih kembali saat kita berangkat ke pabrik esok hari. Kita akan menyebut kota itu Kudus atau Al Kudus. Sembari menziarahi hadiah berujud batu yang berasal dari Baitul Makdis, pemberian dari...

Gagah Meramu Kreativitas

Catatan Kecil Panitia Festival Teater Pelajar 2009 Teater Djarum Award Oleh. Asa Jatmiko Pelaksanaan Festival Teater Pelajar (FTP) 2009 telah berlangsung pada 28 – 29 Nevember lalu. Ajang ini merupakan ajang termegah festival teater pelajar di Kudus sepanjang tahun 2009. Beberapa komunitas seni dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Kudus juga secara berkala menggelar kegiatan festival teater, tetapi ajang yang memperebutkan Teater Djarum Award kali ini menjadi arena paling bergengsi, direspon oleh banyak teater-teater sekolah. Hampir setiap sekolah merespon FTP kali ini, meskipun kemudian akhirnya tinggal 18 teater sekolah yang secara nyata mendaftarkan diri sebagai peserta festival dari tingkat SMP dan SMA. Gelaran ini merupakan kali kedua, yang berakhir dengan sukses dan sangat pantas menjadikan kegiatan dari Teater Djarum untuk menutup tahun 2009 ini dengan gemilang. Penyelenggaraan FTP 09 secara langsung menjadi stimulant bagi para siswa untuk mengembangkan potensinya. Mereka yang...

Bahasa Indonesia di Tangan Musisi Indonesia

Oleh. Asa Jatmiko Bahasa menunjukan bangsa. Kita selalu menyebutnya demikian, manakala kita mulai mempertimbangkan bahasa sebagai bagian penting dari kehidupan dan dinamika sebuah masyarakat. Dalam aspek sosiologi, bahasa mengejawantah dalam tutur kata yang menyatu bersama kebudayaannya. Dia tidak semata-mata menjadi alat komunikasi, melainkan lebih dari itu, larut di dalam sendi kehidupan masyarakat itu sendiri. Dia tidak sekadar menjadi “penghubung/penyambung” sesuatu informasi, melainkan menjadi darah-daging dari kebudayaan, yang bersamanya pula bahasa menjadi hidup dan berkembang. Pada tingkat ini, bahasa tidak lain adalah ekspresi dari seseorang, kelompok, atau masyarakat itu sendiri. Pada setiap bidang kehidupan, bahasa memiliki ekspresinya masing-masing, untuk mewujudkan pemikiran dan gagasan. Demikian pula dari aspek hukum, ekonomi dan politik, bahasa sesungguhnya merupakan pencitraan atas suatu pemikiran atau gagasan yang lebih nyata. Tentu saja, dengan caranya masing-masing. ...

Sepasang Mata Indah

Gambar
Asa Jatmiko bermain dan menyutradarai Sepasang Mata Indah Kirdjomuljo.

Menggapai Klimaks

10 Tahun Poentoen' Studi Art - Kudus Oleh Asa Jatmiko* Saya tidak mengamati secara langsung bagaimana Teater Poentoen' muncul kemudian berproses diri. Mengenalnya semenjak saya di Kudus 5 tahun ini. Dan 5 tahun sebelumnya saya hanya mengenalnya (mendengarnya) dari beberapa aktivitas yang mereka lakukan dan sempat tersiar di media. Dua pembagian waktu itu sangat penting. Konon, dari 5 tahun pertama banyak melahirkan rekan-rekan dari Teater Poentoen' yang kemudian mampu eksis dan tetap bertahan menggeluti dunia teater. Beberapa rekan bahkan muncul sebagai orang yang patut diteladani dan disegani karena proses kreatif yang telah dilakoninya. Periode lima tahun berikutnya, sampai hari ini, saya lebih melihat Teater Poentoen' memperkuat diri dalam organisasi dan jaringan. Beberapa rekan yang belakangan ada di Teater Poentoen' memang menonjol, tetapi melihat aktivitas organisasi dan jaringan yang digebrak Teater Poentoen'-lah yang lebih menonjol. Bahkan ag...

Realita Cinta Musik Indie

Oleh. Asa Jatmiko* Apakah itu musik indie? Aliran musik, darah pergerakan, atau gairah penciptaan di luar label mayor? Belakangan ini kita mengakui bahwa gairah musik indie di Indonesia semakin marak. Sudah mulai kita saksikan, banyak event yang berusaha mengangkat musik indie ke tengah khalayak. Kemunculan grup-grup musik indie tumbuh subur, bahkan selalu lebih subur dibandingkan kesenian yang lain. Sebagai ada yang beradu untung, siapa tahu kemudian dilirik label mayor sehingga bisa eksis dan punya nilai jual, ada juga yang memang tetap bersikukuh di jalur indie dengan segala konsekuensinya. Dan mereka yang beruntung dan bernasib baik, akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi sebuah grup musik yang dikenal di masyarakat luas. Tentu juga membawa kempensasi peningkatan kocek di saku mereka. Hanya saja, seringkali grup-grup yang sudah terlahir sebagai grup bebas pada awalnya, akan menghadapi pergulatan idealisme. Di titik ini, sebuah grup akan berhadapan dengan kapitalis y...

Rinai Seruni

Karya: Asa Jatmiko Seruni ; seorang gadis remaja, SMA. Rinai berarti: a. rintik gerimis, b. senandung, nyanyian. Pilihan judul Rinai Seruni adalah ingin menggambarkan bagaimana proses perjuangan Seruni melalui banyak hujan tangis yang akhirnya mampu membuatnya bersenandung (sukses). Sinopsis Rinai Seruni adalah sebuah cerita tentang sepenggal kehidupan Seruni, seorang remaja SMA, yang penuh dengan perjuangan. Di latar belakangi dengan kehidupan ekonominya yang sulit, Seruni tidak gentar sedikit pun untuk mengejar cita-citanya. Seruni merupakan gambaran seorang remaja yang cerdas di sekolahnya, juga terutama aktif dalam kegiatan-kegiatan kepedulian terhadap lingkungan. Bersama rekannya yang didukung pihak sekolah, ia membuat Greenhouse sekolah, yang ia kelola dengan baik. Karena pertimbangan inilah, kemudian Kepala Sekolah mengirimnya untuk ikut dalam kegiatan Pemilihan Duta Peduli Lingkungan (PDPL) yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan swasta nasional. Di tengah sibuknya ia te...