Mengenal Lebih Dekat dengan Kelompok Terbang Papat Assalafiyyah. Di sebuah dukuh yang bernama Karang Wetan yang menjadi bagian dari Desa Prambatan Kidul, pada sekitar tahun 1950-an, tersebutlah seorang ustad muda bernama Syahlan. Dia seorang pendatang dari Bangsri, Jepara. Saat itu, Dukuh Karang Wetan masih jarang yang memeluk agama Islam. Orang-orang menyebutnya sebagai “abangan”. Di dukuh tersebut, Ustad Syahlan kemudian mendirikan sebuah langgar. Tiba pada masa sulit, desa itu mengalami banyak musibah atau pagebluk. Banyak penduduk yang sakit, tidak sedikit yang kemudian meninggal. Saking seringnya, ada ungkapan malam sakit paginya meninggal dan pagi sakit sorenya meninggal. Maka tercetuslah usulan dari sebagain besar warga agar diadakan Jam’iyyah Tahlil, yang kemudian dikenal dengan DSH (Djam’iyyah Tsamrotul Hidayah), dengan mengagendakan kegiatan Terbang Papat. Dengan para pengurus saat itu yang dipimpin oleh Ustad Syahlan, sementara pengurus Terbang papat dipercayakan kepa...
Komentar