Postingan

Factory Outlet Ala Kang Itang

Gambar
Belum ke Bandung kalau belum ke factory outlet. Dan jangan khawatir kalau isi kantong menipis, FO ala Kang Itang siap melayani. Malam itu belum begitu larut. Jarum jam baru mau mendekat angka 8. Tetapi Jalan Dago terasa begitu sepi, kecuali lalu lalang kendaraan yang melaju kencang. Di bawah gardu telepon umum, Itang dengan sabar menanti pembeli. Sembari sesekali merapikan lagi factory outlet-nya, Itang sesekali menguap. Sementara di langit, mendung menggelayut. Menjamurnya Factory Outlet Menyusuri Jalan Dago, Bandung, tak ubahnya menyaksikan pameran seni instalasi yang bernama factory outlet, selanjutnya kita sebut saja FO. Bandung memang biangnya FO dan juga distro. Menurut lembaran panduan wisata Bandung di website-nya, kota inilah yang pertama kali memperkenalkan konsep factory outlet. Di seputar Dago saja ada tidak kurang dari 9 FO. Antara lain: Blossom, Rich N Famous, Au’let, Dago Stock Ekspor, M&M, Putri Dago, Raflesia, Up Town, dan VIP di Jl. Dago. Sebelum menjamur seperti ...

Gelisah Rindu

pro Fr. Al. Tri Kusuma, Pr. angin gigil mengurai rindu sejenak wajahmu serasa di mataku sendiri dalam juangmu mempersiapkan kaul kekal mengikat diri dalam restu suci belum usai kita arungi masamasa sulit tawa canda di lorong wisma seketika lirih bahkan nokia mu yang mestinya bergetar menilap diri bersama sihir sunyi Di batu dekat tungku ini aku bakar rindu biar menggebu pada saatnya nanti bertemu kini cuma langit bentang dengan garisgaris coklatkemerahan Di ujung cakrawala hujan baru saja reda membasuh wajahmu, kuyup menggigil Aku pasti merindukanmu sebagai malaikat dengan rembulan suci di pundak kiri dan matahari kebijaksanaan di pundak kanan, teguhlah dalam juangmu, adikku sayang hingga tiba saatnya Tuhan meminangmu di altar agungNya. Kudus, Juni 2011.

Sastra Yogya Tidak Pernah Mati

oleh Sri Wintala Achmad , Penulis Sastra, Tinggal di Yogyakarta. Sumber: Kedaulatan Rakyat , 3 Nov 2006. Sejak Persada Studi Klub (PSK) hingga sekarang, telah ratusan sastrawan dilahirkan di Yogyakarta. Seiring perjalanan waktu, sebagian mereka masih banyak yang konsisten sebagai penulis sastra. Namun, sebagian lainnya memilih pensiun. Mengingat profesi lain dipertimbangkan lebih memberikan harapan akan perbaikan nasib ekonomis dirinya dan keluarganya di hari kelak. Diakui melalui PSK yang didirikan Umbu Landu Paranggi, Suwarno Pragolapati, Teguh Ranusastra Asmara dan Iman Budi Santosa telah memberikan kontribusi positif atas geliat sastra di Yogyakarta. Tidak hanya kala itu, melainkan gemanya masih kita tangkap sampai detik ini. Sekadar menyebut nama, semisal: Iman Budi Santosa, Fauzi Absal dan lain-lain, masih konsisten sebagai sastrawan. Konsistensi dari beberapa sastrawan PSK yang pula turut memperjuangkan pertumbuh-kembangan sastra di Yogyakarta tersebut telah mengukuhkan legitima...

Embun Luka

semua masih tertidur dan embun mulai mengendap dari daun ke tiang listrik lalu ke genting meninggalkan gemericik air selokan suara sisa semalam lalu tangkai mawar liar itu berbunga dari balik kesangsian dalam kegelapan pagi yg misterius bunga tak pernah memberi janji kepada siapapun karena indahnya embun juga tak pernah berpesan karena suatu saat akan kembali aku menyaksikan semuanya lalu terhenti tiba tiba ketika perih mulai terasa. Maret, 2011.

Sedetik Dua Jam

Rumputan di Bibir Sungai Pada gilirannya, masing-masing dari kita akan mengerti dengan benar, apa itu rasa bahagia yang sesungguhnya. Ya, masing-masing dari kita. Dan dengan sendirinya. Tinggal menunggu waktunya saja. Sebagaimana giliran kita untuk mati, akan datang juga menghampiri kita. Tak ada yang bisa menghindar. Aku mengatakannya karena aku percaya. Aku mengatakannya justru pada saat aku berada di radius terjauh dari titik sentral perasaan yang indah itu. Tetapi aku meyakininya, bahagia itu ada, dan akan sampai di sini juga, di dalam hatiku, meski aku juga tidak tahu akan seberapa lama perasaaan itu menginap di dalam hatiku. Cuma sedetik, dua jam, tiga minggu, empat tahun atau selamanya? Tapi yakinlah, akan datang dengan indah pada saatnya. Sebagaimana aku menyakininya saat ini. Kamu perlu memiliki keyakinan itu. Sebagai seorang lelaki yang masih belia, kau memang masih memiliki banyak peluang, untuk sampai pada keputusan akhir nantinya, dan pilihanmu itulah yang nantinya akan me...

Natal

anak anak kecil lilin lilin putih menyala kleneng lonceng di puncak menara rintik gerimis kerlap kerlip lampu di cemara 'malam kudus' membahana kado kado bertebaran tawa renyah koor seluruh umat kasak kusuk di belakang altar seorang anak kecil tiga bintang dari Timur sepasang pasutri sahaja barisan malaikat bermadah di langit dingin 'malam kudus' tintrim menggigit tangan tangan menjulur menangis menelan kemalangan puluhan kilometer dari altar. 2010.

Di Depan Gua

Tuhan, kenapa sudi datang? tak pantas menyambut begini hina untuk seorang yang akan menderita bagi kami semua. Tuhan, apakah ini hanya sebuah upacara? kami meninabobokan tujuh dosa lalu berharap Kau menebusnya di puncak juangMu di usia tigapuluhtiga. Tuhan, berkatalah meski satu kata seperti kudengar cerita tetanggaku: Kau menjadi harapan semenjak balita yang pasti, hidupku memang telah rusak mimpi dan cita cita telah menjadi basi tulang belulang dan darahku melepuh dan beku berserakan bagai jerami di gua ini. 2010.