Di Depan Gua

Tuhan, kenapa sudi datang?
tak pantas menyambut begini hina
untuk seorang yang akan menderita
bagi kami semua.

Tuhan, apakah ini hanya sebuah upacara?
kami meninabobokan tujuh dosa
lalu berharap Kau menebusnya
di puncak juangMu di usia tigapuluhtiga.

Tuhan, berkatalah meski satu kata
seperti kudengar cerita tetanggaku:
Kau menjadi harapan semenjak balita

yang pasti, hidupku memang telah rusak
mimpi dan cita cita telah menjadi basi
tulang belulang dan darahku
melepuh dan beku
berserakan bagai jerami di gua ini.


2010.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT CINTA UNTUK SAUDARA TUA

Sandyakala Nusantara

DUA PERTAMA