Sudut Malam Bisu
sudah kita tenggak beberapa lagu
sejak lepas maghrib hingga kini jarum jam tumpuk
tak jua pergi gelisah meradang
kertas dan cipratan air kopi melukis sunyi
lalu segera saja terbakar
menjelaga di pelupuk tawa.
sudah kita benam dalamdalam keresahan
tapi bagai asap menelusup celah pori
mengurai bau busuk perilaku di hari kemarin
rembulan lalu dustin hoffman mengelus rindu
katanya masih ada sejenis cinta
atau apapun namanya
yang telah mempertemukan kita
dengan segala bau anggur dan bakaran kretek
dengan segala warna gincu dan bilur bedak
hingga malam bisu kian batu
"kita definisikan kembali
rindu dan cinta ini
pada muara sungai..."
Kudus, Juni 2011.
bersama Saga Veho
sejak lepas maghrib hingga kini jarum jam tumpuk
tak jua pergi gelisah meradang
kertas dan cipratan air kopi melukis sunyi
lalu segera saja terbakar
menjelaga di pelupuk tawa.
sudah kita benam dalamdalam keresahan
tapi bagai asap menelusup celah pori
mengurai bau busuk perilaku di hari kemarin
rembulan lalu dustin hoffman mengelus rindu
katanya masih ada sejenis cinta
atau apapun namanya
yang telah mempertemukan kita
dengan segala bau anggur dan bakaran kretek
dengan segala warna gincu dan bilur bedak
hingga malam bisu kian batu
"kita definisikan kembali
rindu dan cinta ini
pada muara sungai..."
Kudus, Juni 2011.
bersama Saga Veho
Komentar